<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rawa Belong</title>
	<atom:link href="http://rawabelong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rawabelong.wordpress.com</link>
	<description>Bengkel Kerja Komunitas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Sep 2010 14:28:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rawabelong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rawa Belong</title>
		<link>http://rawabelong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rawabelong.wordpress.com/osd.xml" title="Rawa Belong" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rawabelong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mari Berpartisipasi!</title>
		<link>http://rawabelong.wordpress.com/2010/09/01/mari-berpartisipasi/</link>
		<comments>http://rawabelong.wordpress.com/2010/09/01/mari-berpartisipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 06:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawabelong.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[26-28 September 2010 Di Pasar Bunga Rawabelong, Jakarta Barat. Tenggat Waktu Pendaftaran: 19 September 2010 Tersedia tempat gratis untuk 10 peserta atas dasar first come, first served.  Harap segera mendaftar. Lihat di bawah. Rujak Center for Urban Studies (RCUS) bekerja &#8230; <a href="http://rawabelong.wordpress.com/2010/09/01/mari-berpartisipasi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=45&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>26-28 September 2010<br />
Di Pasar Bunga Rawabelong, Jakarta Barat.</p>
<p>Tenggat Waktu Pendaftaran: 19 September 2010</p>
<p>Tersedia tempat gratis untuk 10 peserta atas dasar <em>first come, first served</em>.  Harap segera mendaftar. Lihat di bawah.</p>
<p><strong>Rujak Center for Urban Studies (RCUS)</strong> bekerja sama dengan <strong>Kunci Cultural Studies Center</strong> dan <strong>Ruang Rupa</strong> mengundang anda semua untuk berpartisipasi dalam Seri Lokakarya Ekonomi Komunitas Perkotaan di Pasar Rawabelong. Ini suatu  Bengkel Kerja Lintas Sektor yang berlokasi tepat di tengah Pasar Bunga Rawabelong.</p>
<p><strong>Latar Belakang</strong></p>
<p>Dalam menentukan kebijakan pembangunan perkotaan, pihak perencana hanya memperhatikan angka pertumbuhan ekonomi. Dan ketika para investor hendak menanamkan modal, mereka hanya memperhatikan data ekonomi nasional dan kondisi ekonomi politik. Menurut Lin Che Wei, dalam disiplin ekonomi pun didapat kesan bahwa tidak ada ekonom yang sungguh mengkhususkan diri mempelajari Ekonomi Perkotaan.</p>
<p>Pengambil keputusan kerap mengabaikan kompleksitas ekonomi komunitas, yang diwakili oleh pasar-pasar, yang memiliki dimensi hubungan-hubungan sosial yang terjalin kuat dengan produktivitas ekonominya. Produktivitas ekonomi dan reproduktivitas sosial saling jalin menjalin dalam kehidupan sehari-hari, dalam komunitas yang tidak secara formal dan kaku memisahkan ruang kerja dan ruang hidup.</p>
<p>Contoh menarik adalah <strong>Pasar Rawabelong</strong> dan kampung serta komunitas sekitarnya (Sukabumi Selatan hingga Palmerah). Bermula dari kampung Betawi, tempat asal si Pitung, penuh dengan kebun Anggrek dan berbagai macam tanaman. Kemudahan bercocok tanam bunga pun ditambah dengan lokasi Rawa Belong yang dekat dengan Kali Pesanggrahan. Para petani pun kemudian menjual bunga hasil panenannya di pinggiran Jalan Palmerah.</p>
<p>Tetapi, dengan berjalannya perkembangan kota, Rawabelong seakan dibiarkan saja tanpa perencanaan seperti pembangunan universitas di dekatnya, dan perkembangan eksternal seperti menurunnya permintaan akan bunga oleh perubahan gaya hidup, dapat mengurangi secara tidak semestinya vitalitas ekonomi komunitas Rawabelong. Kalau saja ada pengetahuan dan kesadaran lebih tinggi, maka perubahan-perubahan itu dapat dijadikan faktor dalam rencana pengembangan ekonomi komunitas pasar bunga tersebut.</p>
<p>Rawabelong adalah sebuah ekonomi yang menghubungkan kota dan wilayah. Pada saat yang sama, ia terkait dengan kegiatan di seluruh Jakarta, misalnya digusurnya pedagang bunga di Taman Barito, maupun perubahan gaya hidup.  Pengetahuan akan “ekonomi mikro perkotaan” begini niscaya diperlukan untuk mengelola kota, ketika perubahan-perubahan diperkenalkan dengan sengaja, sehingga dampak negatif dan positifnya dapat diperkirakan dan karena itu dapat dikelola dengan sengaja, bukan hanya sebagai dampak tak sengaja yang dibiarkan begitu saja tanpa sikap.</p>
<p><strong>Luruhnya Ruang-Ruang Ekonomi dan Sosial Milik Komunitas</strong></p>
<p>Sebelum berubah menjadi pasar modern, pasar bunga ini merupakan ruang penengah antara antar hubungan barang dan pedagang, serta pembeli dan dunia luar, dimana bunga menjadi perantara dalam hubungan tersebut. Malah dalam ulasan lain, Betsky menyatakan bahwa pasar bak panggung untuk kebebasan ide dan pengalaman. Namun kebebasan tersebut, seiring waktu mengalami penurunan, bersamaan dengan upaya untuk meregulasi ruang.</p>
<p>Perkembangan kota dan masyarakat yang semakin konsumtif, terhadap produk maupun ruang, memiliki hubungan langsung dengan meningkatnya pentingnya formalitas dalam persepsi terhadap ruang-ruang ktoa. Formalitas tersebut juga membawa kepada hubungan yang efisien dan efektif. Bagaimana akhirnya prinsip ekonomi berada diatas, dengan satu pemikiran yaitu efisiensi biaya dan kemampuan untuk menyediakan ragam macam bunga sesuai dengan permintaan.</p>
<p><strong>Membayangkan ‘Ruang’ Komunitas </strong></p>
<p>Workshop ini didedikasikan untuk membayangkan bagaimana relasi-relasi yang terjadi antara Pasar, Komunitas maupun kepentingan lain diluarnya. Melalui persepsi dan perkembangan persepsi dari masing-masing anggota, tanpa ada keterbatasan media maupun batas, sehingga peserta bebas untuk mengeluarkan intepretasi dan tawarannya terhadap Pasar Rawa Belong dan komunitas sekitarnya.</p>
<p>Jadwal Workshop:</p>
<p>26 – 28 September 2010</p>
<p>Lokasi:</p>
<p>Pasar Rawa Belong</p>
<p>Kegiatan:</p>
<p>1. Tour Rawa Belong dan Hutan Kota Srengseng</p>
<p>2. Diskusi Lintas Sektor</p>
<p>Pendaftaran:</p>
<p>Unduh formulir pendaftaran disini: <a href="http://rawabelong.wordpress.com/daftar/" target="_blank">http://rawabelong.wordpress.com/daftar/</a></p>
<p>dan kirimkan formulir pendaftaran ke email kami di: info@rujak.org</p>
<p>Selain untuk 20 orang undangan, kami masih menyediakan <strong>tempat gratis untuk 10 peserta</strong>. Silakan mendaftar segera untuk mendapatkan tempat terbatas ini atas dasar <em>first come first served</em>.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai workshop dapat dibaca di: <a href="http://rawabelong.wordpress.com">rawabelong.wordpress.com</a></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rawabelong.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rawabelong.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=45&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rawabelong.wordpress.com/2010/09/01/mari-berpartisipasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85e1f77a9800114d2ad70021ea335efc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Elisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Rawa Belong: Tokoh dan Legenda</title>
		<link>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah-rawa-belong-tokoh-dan-legenda/</link>
		<comments>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah-rawa-belong-tokoh-dan-legenda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 21:49:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawabelong.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[(sumber) Si Pitung Rumah Si Pitung Jawara Betawi asli yang amat populer terutama lewat pentas lenong. Jagoan Rawabelong ini dipercaya bisa &#8220;menghilang&#8221;, karena hampir selalu lolos dari kejaran polisi Belanda. Ia juga dianggap seperti Robin Hood: merampok orang kaya dan membagikan hasilnya untuk orang miskin. Pitung, &#8230; <a href="http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah-rawa-belong-tokoh-dan-legenda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=6&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>(<a href="http://www.jakarta.go.id" target="_blank">sumber</a>)</div>
<div>Si Pitung</div>
<div><img src="http://www.jakarta.go.id/jakv1/application/public/img/encyclopedia/cda6970b87fedf77da71aabfadb6cc21.jpg" alt="encyclopedia/cda6970b87fedf77da71aabfadb6cc21" /></div>
<div>Rumah Si Pitung</div>
<p>Jawara Betawi asli yang amat populer terutama lewat pentas lenong. Jagoan Rawabelong ini dipercaya bisa &#8220;menghilang&#8221;, karena hampir selalu lolos dari kejaran polisi Belanda. Ia juga dianggap seperti Robin Hood: merampok orang kaya dan membagikan hasilnya untuk orang miskin.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>Pitung, putera keempat dari pasangan Pak Piun dan Bu Pinah ini lahir dalam kondisi masyarakat yang diperas oleh tuan tanah dan penjajah. Pitung tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan giat belajar mengaji. Dia mengaji kepada Haji Naipin yang kemudian mengajarinya ilmu silat dan ilmu bela diri lainnya. Haji Naipin mencurahkan ilmunya kepada Pitung. Ilmu Pancasona, sebuah ilmu beladiri tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu menjadi kebal dari benda tajam musuh.</p>
<p>Pitung terpanggil untuk membela penduduk pribumi yang tertindas oleh perlakuan sewenang-wenang para penguasa pribumi, para centeng, para tuan tanah dan Belanda yang merampas hak milik penduduk. Dia bertekad untuk mengembalikan hak-hak penduduk tersebut. Untuk itu Pitung dan temannya Dji&#8217;in dan Rais menjalankan aksi mengambil harta orang-orang yang berpihak kepada Belanda.</p>
<p>Pitung pernah ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke kantor Kontrolir Scout Heyne dan dipenjarakan di penjara Grogol. Pitung bisa meloloskan diri dari penjara melalui genteng. Akhirnya Pitung kembali ditangkap ketika Haji Naipin (gurunya), Pak Piun (ayahnya), dan si Kecil (abangnya) ditangkap dan disiksa oleh Belanda. Si Pitung gugur sebagai pejuang bangsa dalam melawan penindasan Belanda beserta kaki tangannya.</p>
<p>Musuh Pitung selain Kompeni adalah orang kaya yang tamak, yang hidupnya menyusahkan rakyat, khususnya para pemilik tanah. Dengan tubuhnya yang kecil, ia sangat pandai menyembunyikan diri, dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain, sehingga Pitung dikenal dengan mempunyai ilmu menghilang. Dalam suatu perlawanan ketika terkepung oleh Schout van Hinne dan anak buahnya Pitung terkena peluru emas yang ditembakkan Schout van Hinne dari pistolnya.</p>
<p>Kisah tokoh legendaris Betawi akhir abad ke-19, biasa disebut Bang Pitung yang oleh Kompeni (Belanda) melukiskannya sebagai penjahat, pengacau, dan perampok yang harus ditumpas namun dicintai oleh rakyat kecil ini begitu populer di masyarakat Betawi, hingga mengilhami para sineas untuk mengangkatnya kelayar perak. Dimulai dengan <em>Si Pitoeng</em>, film yang diproduksi tahun 1931 oleh Halimoen Film (Wong Bersaudara). Film ini dibintangi oleh Herman Sim, Ining Resmini dan Zorro.</p>
<p>Kisah ini difilmkan kembali dengan judul <em>Si Pitung</em> pada tahun 1970. Film yang disutradara Nawi Ismail ini menampilkan para pemain Dicky Zulkarnaen, Paula Rumokoy, Sandy Suwardi Hassan, A. Hamid Arief, Mansjur Sjah, Connie Sutedja, Hassan Sanusi, Rina Hassim, Fifi Young, M. Pandji Anom, Jeffry Sani dan WD Mochtar.</p>
<p>Ceritanya berbeda dengan cerita lenong, dimana Si Pitung tidak meninggal. Ia seperti koboi yang menyelesaikan masalah dan pergi. Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) yang berguru pada H. Naipin (M. Pandji Anom), mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang dilakukan para tuan tanah terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan sahabatnya, Djiih (Sandy Suwardy), ia mengajar centeng-centeng bayaran para tuan tanah. Begitu juga opas-opas Kompeni. Komandan Polisi Kompeni (A. Hamid Arief), mendapat jalan untuk menghalangi Pitung. Pacar Pitung, Aisyah (Paula Rumokoy) dijadikan istri ketiga Demang Meester (H. Mansjur Sjah). Pada saat pesta akan berlangsung Pitung berhasil melarikan kekasihnya, sambil berkata bahwa akan pergi ke tempat-tempat orang yang membutuhkan.</p>
<p>Film ini dibuat kelanjutannya dengan judul &#8220;Banteng Betawi&#8221; dengan pemain yang sama. Aktor yang sama memerankan Si Pitung dalam film<em> Si Pitung Beraksi Kembali</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rawabelong.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rawabelong.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=6&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah-rawa-belong-tokoh-dan-legenda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85e1f77a9800114d2ad70021ea335efc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Elisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jakarta.go.id/jakv1/application/public/img/encyclopedia/cda6970b87fedf77da71aabfadb6cc21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">encyclopedia/cda6970b87fedf77da71aabfadb6cc21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Rawa Belong: Kampung Sukabumi Ilir</title>
		<link>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah1/</link>
		<comments>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 09:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Elisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawabelong.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[(Sumber) Sebuah kampung tua di Jakarta yang terkenal dengan budidaya tanaman hiasnya. Tanaman hias di Kampung Sukabumi Ilir Rawabelong bisa memenuhi kebutuhan seluruh konsumen di Jakarta. Bahkan penduduk kampung ini bisa memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan berjualan tanaman hias. Awalnya, &#8230; <a href="http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah1/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=1&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>(<a href="http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/2976" target="_blank">Sumber</a>)</p>
<p>Sebuah kampung tua di Jakarta yang terkenal dengan budidaya tanaman hiasnya. Tanaman hias di Kampung Sukabumi Ilir Rawabelong bisa memenuhi kebutuhan seluruh konsumen di Jakarta. Bahkan penduduk kampung ini bisa memenuhi kebutuhan hidupnya hanya dengan berjualan tanaman hias.</p>
<p><span id="more-1"></span>Awalnya, tanah di Kampung Sukabumi Ilir dimiliki oleh <em>Onderneming </em>dan tuan tanah. Tanah-tanah ini kemudian dikuasakan kepada <em>bujang-bujang</em> Uagoan) untuk diurus dan digarap. Dari <em>bujang-bujang</em> pindah tangan lagi kepada orang-orang tertentu dengan surat keterangan lurah (<em>bek</em>). Pada zaman kependudukan Belanda, sudah menjadi Kelurahan Sukabumi Ilir, Asistenan Kebon Jeruk, Kawedanan Kebayoran Lama, Kabupaten Meester Cornelis (Jatinegara). Kepala kelurahan disebut <em>bek </em>dan staf <em>bek </em>lain mencakup juru tulis serta mandor. Kondisi pemerintahan masih tetap sama ketika Jepang datang. Setelah Indonesia merdeka, <em>bek </em>diganti oleh lurah dan resmi menjadi kelurahan sejak tanggal 1 April 1950. Pada tahun 1961 Kawedanan Kebayoran Lama dihilangkan dan Asistenan Kebon Jeruk menjadi Kecamatan Kebon Jeruk. Setelah DKI Jakarta dibagi menjadi 5 wilayah walikota, Kelurahan Sukabumi Ilir termasuk sebagian besar Rawabelong masuk Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.</p>
<p>Penduduk asli Kampung Sukabumi Ilir terdiri dari orang Betawi. Pada tahun 1959 penduduk sudah berjumlah 3000 jiwa. Pen-datang mulai berdatangan sejak tahun 1972 dari Mangga Besar Jakarta Pusat yang masih ada hubungan keluarga. Setelah pembangunan jalan aspal dalam proyek MHT pada tahun 1977, penduduk dari luar berdatangan. Terdiri dari orang Padang, Arab, Tionghoa, Jawa Batak, Aceh, Bima, Sunda, dll. Sebelum jalan diaspal, transpotasi masih sulit. Saat itu kendaraan utama hanya berupa sado dan sepeda. Jika musim hujan, sepeda diangkat dulu sampai Jl. Kebayoran Lama baru bisa dinaiki. Setelah jalan MHT dibangun, transportasipun makin lancar. Jalan-jalan seperti Jl. Pos Pengombean, Jl. Kebayoran Lama, dan Jl. Kebon Jeruk dapat dilewati oleh mikrolet dan kendaraan umum lain. Dari Kebayoran Lama melewati Rawabelong dan Grogol. Atau dari Kebayoran Lama menuju Tanah Abang pulang pergi melewati Rawabelong. Demikian juga dari Grogol melewati Kebon Jeruk dan Rawabelong menuju Kebayoran.</p>
<p>Pada tahun 1990-pun tradisi Betawi masih dilaksanakan oleh penduduk kampung, dari mencukur rambut, aqiqah, mauludan, ketimpring, rebana qasidahan, silat, dan upacara pernikahan. Dimulai dengan kunjungan ke rumah mertua dengan membawa <em>anteran</em>, lamaran, <em>ngebakal </em>tembakan mercon, lempar-lemparan mercon ke calon menantu, hingga pesta pernikahan. <em>Anteran</em> yang di bawa saat berkunjung ke rumah calon mertua menjelang bulan puasa berupa sirup, roti,dan kurma. Sedang pada bulan puasa mencakup pacar Cina dan Putu Mayang. Pengantar dalam ijab kabul atau pantun syair dilakukan dengan bahasa Arab. Saat itu juga masih dikenal <em>nuneng-nuneng </em>yang disewa untuk membujuk calon menantu yang masih menolak jodohnya (mak eomblang).</p>
<p>Beberapa tokoh yang terkenal dari kampung ini antara lain si Pitung dan Mat Item. Si Pitung dikenal karena kepandaian ilmu silatnya dan selalu menolong rakyat kecil pada masa penjajahan Belanda. Ia sering merampok orang Cina dan Belanda kemudian membagikan hasil rampokannya kepada penduduk yang tidak mampu. Sedang Mat Item, dulu sering diminta Belanda untuk menangkap perampok. Atas jasanya ia diberi kesempatan untuk naik haji dengan keluarganya. Namun setelah Indonesia merdeka, Mat Item kembali ke profesi awalnya, yaitu perampok. Di Tangerang ia didukung oleh pasukan Pattimura yang berada di Pondok Pinang. Kawanan perampok Mat Item berhasil ditumpas oleh pasukan Kala Hitam pimpinan Letnan Suhanda.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rawabelong.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rawabelong.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rawabelong.wordpress.com&amp;blog=15531460&amp;post=1&amp;subd=rawabelong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rawabelong.wordpress.com/2010/08/31/sejarah1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85e1f77a9800114d2ad70021ea335efc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Elisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
