Sejarah Rawa Belong: Tokoh dan Legenda

Si Pitung
encyclopedia/cda6970b87fedf77da71aabfadb6cc21
Rumah Si Pitung

Jawara Betawi asli yang amat populer terutama lewat pentas lenong. Jagoan Rawabelong ini dipercaya bisa “menghilang”, karena hampir selalu lolos dari kejaran polisi Belanda. Ia juga dianggap seperti Robin Hood: merampok orang kaya dan membagikan hasilnya untuk orang miskin.

Pitung, putera keempat dari pasangan Pak Piun dan Bu Pinah ini lahir dalam kondisi masyarakat yang diperas oleh tuan tanah dan penjajah. Pitung tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan giat belajar mengaji. Dia mengaji kepada Haji Naipin yang kemudian mengajarinya ilmu silat dan ilmu bela diri lainnya. Haji Naipin mencurahkan ilmunya kepada Pitung. Ilmu Pancasona, sebuah ilmu beladiri tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu menjadi kebal dari benda tajam musuh.

Pitung terpanggil untuk membela penduduk pribumi yang tertindas oleh perlakuan sewenang-wenang para penguasa pribumi, para centeng, para tuan tanah dan Belanda yang merampas hak milik penduduk. Dia bertekad untuk mengembalikan hak-hak penduduk tersebut. Untuk itu Pitung dan temannya Dji’in dan Rais menjalankan aksi mengambil harta orang-orang yang berpihak kepada Belanda.

Pitung pernah ditangkap oleh Belanda dan dibawa ke kantor Kontrolir Scout Heyne dan dipenjarakan di penjara Grogol. Pitung bisa meloloskan diri dari penjara melalui genteng. Akhirnya Pitung kembali ditangkap ketika Haji Naipin (gurunya), Pak Piun (ayahnya), dan si Kecil (abangnya) ditangkap dan disiksa oleh Belanda. Si Pitung gugur sebagai pejuang bangsa dalam melawan penindasan Belanda beserta kaki tangannya.

Musuh Pitung selain Kompeni adalah orang kaya yang tamak, yang hidupnya menyusahkan rakyat, khususnya para pemilik tanah. Dengan tubuhnya yang kecil, ia sangat pandai menyembunyikan diri, dan bisa menyelinap di sudut-sudut yang terlalu sempit bagi orang-orang lain, sehingga Pitung dikenal dengan mempunyai ilmu menghilang. Dalam suatu perlawanan ketika terkepung oleh Schout van Hinne dan anak buahnya Pitung terkena peluru emas yang ditembakkan Schout van Hinne dari pistolnya.

Kisah tokoh legendaris Betawi akhir abad ke-19, biasa disebut Bang Pitung yang oleh Kompeni (Belanda) melukiskannya sebagai penjahat, pengacau, dan perampok yang harus ditumpas namun dicintai oleh rakyat kecil ini begitu populer di masyarakat Betawi, hingga mengilhami para sineas untuk mengangkatnya kelayar perak. Dimulai dengan Si Pitoeng, film yang diproduksi tahun 1931 oleh Halimoen Film (Wong Bersaudara). Film ini dibintangi oleh Herman Sim, Ining Resmini dan Zorro.

Kisah ini difilmkan kembali dengan judul Si Pitung pada tahun 1970. Film yang disutradara Nawi Ismail ini menampilkan para pemain Dicky Zulkarnaen, Paula Rumokoy, Sandy Suwardi Hassan, A. Hamid Arief, Mansjur Sjah, Connie Sutedja, Hassan Sanusi, Rina Hassim, Fifi Young, M. Pandji Anom, Jeffry Sani dan WD Mochtar.

Ceritanya berbeda dengan cerita lenong, dimana Si Pitung tidak meninggal. Ia seperti koboi yang menyelesaikan masalah dan pergi. Si Pitung (Dicky Zulkarnaen) yang berguru pada H. Naipin (M. Pandji Anom), mendapat kekuatan untuk melawan penindasan yang dilakukan para tuan tanah terhadap rakyat kecil. Dengan bantuan sahabatnya, Djiih (Sandy Suwardy), ia mengajar centeng-centeng bayaran para tuan tanah. Begitu juga opas-opas Kompeni. Komandan Polisi Kompeni (A. Hamid Arief), mendapat jalan untuk menghalangi Pitung. Pacar Pitung, Aisyah (Paula Rumokoy) dijadikan istri ketiga Demang Meester (H. Mansjur Sjah). Pada saat pesta akan berlangsung Pitung berhasil melarikan kekasihnya, sambil berkata bahwa akan pergi ke tempat-tempat orang yang membutuhkan.

Film ini dibuat kelanjutannya dengan judul “Banteng Betawi” dengan pemain yang sama. Aktor yang sama memerankan Si Pitung dalam film Si Pitung Beraksi Kembali

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s